27.12.09

Cinta Berbalut Kesabaran

27.12.09
Perintah Hijrah dikumandangkan Rasulullah SAW. Bergeraklah ummat Islam menuju kota yang diisyaratkan Rasulullah, yaitu Yatsrib (Madinah). Ummu Salamah beserta suaminya tidak ketinggalan, menunaikan seruan suci Rasulullah SAW.. Sambil mengais anaknya, Ummu Salamah dan suaminya bergerak menuju Yatsrib.

Rupanya perjalanan jauh ke tanah Yatsrib bukanlah tanpa resiko. Di tengah jalan, sekelompok Bani Makhzum mencegat mereka. Dengan penuh kebencian Gerombolan Bani Makhzum itu merebut dan memisahkan Ummu Salamah dan anaknya dari suaminya. Ummu Salamah dan anaknya menjadi tawanan Bani Makhzum dan ditahan di Makkah, sementara suaminya (dengan penuh kesedihan), meneruskan perjalanan menuju Madinah.

Di Makkah, anaknya Ummu Salamah ditawan dan dipisahkan dari Ummu Salamah. Tinggalah Ummu Salamah seorang diri dengan penuh keperihan karena dipisahkan dengan paksa dari suami dan buah hatinya. Hari demi hari betul betul menusuk hati Ummu Salamah di bawah penjagaan ketat Bani Makhzum terhadapnya. Tiada kabar sedikitpun tentang keberadaan suami dan anaknya.

Ummu Salamah melalui hari hari dengan penuh kesabaran tanpa penyesalan dan umpatan sedikitpun, ia sadar ini adalah cobaan dari Sang Pencipta karena keteguhannya dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Gelora cinta kepada suami dan anaknya membara lebih panas daripada api yang menghanguskan hutan rimba. Tetapi sikap mental prima penuh kesabaran menempanya untuk tetap teguh. Do’a dan harapan menjadi hiasan setiap waktunya; “CINTA BERBALUT KESABARAN” subhanallah.

Do’a dan harapan Ummu Salamah naik meniti tangga amal shalehnya hingga arasy Allah.

rasa iba dari Bani Makhzum, setelah lama menawan Ummu Salamah dengan penderitaannya. Hingga suatu hari mereka mengijinkan Ummu Salamah untuk pergi dan melepas penahanannya. Bahkan anaknyapun dipertemukan dengan Ummu Salamah. Pergilah Ummu Salamah menyusul suaminya yang telah pergi ke Yatsrib.

Di Yatsrib air mata Ummu Salamah menetes penuh haru tatkala bertemu dengan suaminya. Haru dan rasa senang tiada tara tertumpah ruah. Hangatnya cinta Ummu Salamah terhadap keluarganya menampilkan drama indah penuh keharuan dalam salah satu episode hidupnya.

Abu Salamah (suami Ummu salamah), tentu lebih berbahagia lagi. Dia mendapat istri yang mendampinginya dengan penuh cinta dan kesabaran. Tetapi Cinta Abu Salamah terhadap istrinya tidak melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Hingga ketika terompet perang Uhud di tiup, Abu Salamah tanpa ragu keluar rumah dan meninggalkan istrinya maju ke medan tempur.
_____
Abu Salamah pulang Dari medan tempur Uhud dengan luka luka parah, hingga membengkak. Disaat Ummu Salamah dengan telaten mengobati luka parahnya, Abu Salamah berkata: “Wahai Ummu Salamah! Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang terkena musibah, hendaklah ia mengucapkan innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.” Kemudian, Abu Salamah menambahkan: “Ya Allah, kukembalikan kepadamu seluruh musibah yang mengenaiku. Ya Allah, berikanlah kepada istriku yang lebih baik dari diriku.”

Angin dingin berhembus pelan mengiringi kematian suami tercinta. Tetapi Ummu Salamah berkata: “Tidak ada lelaki yang terebaik selain Abu Salamah, sehingga tidak aka yang sanggup menggantikan Abu Salamah yang telah tiada”.

Ummu Salamah juga mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : "Seseorang yang tertimpa musibah lalu ia berkata : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan berdoa : Allahuma jurnii fi musibatii wakhluf liya khairan minhaa (Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya) . Niscaya Allah akan memberinya pahala karena musibah itu dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik." (HR. Muslim 3/37-38). Tatkala Abu Salamah (suaminya) meninggal, dia mengucapkan apa yang dikatakan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Setelah masa berkabung karena ditinggal suaminya, Ummu Salaamah didatangi Abu Bakar untuk dilamarnya, Ummu Salamah menolaknya. Begitupun ketika Umar Bin Khathab datang dengan maksud yang sama, sikap Ummu Salamah adalah sama yaitu menolak lamaran Umar.

Kemudian, giliran Rasulullah datang melamar Ummu Salamah dan ia pun menjawab: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai tiga sifat kekurangan. Pertama: aku seorang wanita pencemburu, oleh karena itulah aku takut engkau melihat kekurangan itu dariku sehingga membuatmu marah dan Allah akan mengazabku. Kedua: aku seorang wanita lanjut usia . Dan, ketiga: aku seorang janda yang sudah mempunyai anak.”

Mendengar alasan tersebut, Rasulullah bersabda: “Adapun yang engkau uraikan tentang kecemburuanmu, maka sesungguhnya aku berdoaRata Penuh kepada Allah agar dihilangkan- Nya sifat cemburumu itu. Adapun alasan karena engkau sudah lanjut usia, maka sesungguhnya aku sama sepertimu. Dan, adapun karena engkau seorang janda yang sudah mempunyai anak, maka sesungguhnya anakmu adalah anakku juga.”

Rasulullah pun menikah dengan Ummu Salamah. Dan, Allah telah mengabulkan doa Ummu Salamah serta mengganti untuknya dengan yang lebih baik, yaitu Rasulullah suri teladan umat manusia. “CINTA YANG BERBALUT KESABARAN” subhanallah. Allah ganti Abu salamah yang syahid dengan Muhammad SAW yang penghulu syuhada. Inilah buah dari kesabaran. Dengan sabar maka derita akan diganti dengan yang lebih baik.

Cinta Ummu salamah pun tertumpah ruah kepada suaminya yang baru yaitu kepada Muhammad SAW, dan ia tetap sabar membela dan mencintai suaminya.

Sumber : Milis LDII
»»  READMORE...

Logika Generasi Baru

Berikut ini adalah resume dari Mario Teguh ‘Golden Ways’ pada tanggal 27 Desember 2009 dengan tema “Logika Generasi Baru”. Resmu singkat ini sangat memotivasi saya untuk berubah menjadi pribadi yang baik selagi kita bisa dan diberi kesempatan,serta selalu bersyukur terhadap apa saja yang telah kita capai.

Jadi sebuah cita-cita itu dibuat bukan untuk dicapai. Cita-cita itu dibuat agar anda segera mulai.

Bekerjalah sesegera mungkin untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, …lalu perhatikan apa yang terjadi.

Sahabat Indonesia yang baik, yang hatinya masih ranum bagi cita-cita tinggi. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 27 Desember 2009, dengan Topik “Logika Generasi Baru”. Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:

Kita membahas logika generasi baru, supaya nanti saat kita memimpin, saat tumbuh menjadi pribadi2 dewasa, menjadi pribadi yang logikanya sesuai untuk 20 tahun dari sekarang bahkan 40 tahun dari sekarang.

Karena generasi logika baru, mengabaikan tatanan tuntutan, keharusan yang lama digunakan orang untuk membangun karir. Misalnya: Generasi baru tidak bekerja untuk mencari pensiun, sesuatu yang hasilnya nanti. Generasi baru mempunyai kemampuan untuk dibayar tinggi sekarang. Generasi lama liburnya akhir minggu, generasi baru berusaha membangun kemandirian financial,supaya bisa libur kapanpun.

Karena kebebasan yang paling indah adalah kebebasan melakukan yang kita cintai, dan didalam melakukannya kita dihargai dengan tinggi. Jangan lagi merasa bahwa kita harus tua dulu baru berhasil, jadilah yang muda dan berhasil. Jangan lagi harus tua dulu untuk didengarkan, jadilah yang muda dan dihormati.

Dan dalam episode ini kita akan membahas banyak hal, yang akan membongkar paradigma lama, termasuk tidak ada kesalahan yang bisa menjatuhkan orang, sebesar apapun kesalahan adalah cara untuk mencapai keberhasilan. Yang menajatuhkan orang itu adalah dosa yang kecil. Karena kesalahan besar yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan, itu karena tidak tahu dan belum berpengalaman.

Tetapi mengambil hak orang lain, mengecilkan keadilan bagi yang lain, dan membesarkan bagi temannya, berhutang keburukan dalam jabatannya; itu dosa, itu yang membatalkan derajat bagi siapapun. Jadi kalau mau salah, salah-lah, tapi dalam berupaya membangun yang benar. Dan jangan pernah berdosa.

Sebuah koin itu mempunyai dua sisi; yang kalau tidak benar, akan salah. Orang yang menghindari salah, menjauhi kemungkianan benar. Itu sebabnya penakut jarang berhasil. Pemberani itu, karena dia berani menghadapi resiko salah, karena tertarik untuk menjadi benar.

Pertanyaannya adalah, sebagai generasi muda, apakah anda lebih tertarik untuk menjadi benar, atau takut gagal?. Logikanya orang yang ingin menjadi berhasil, dan akan berhasil adalah orang yang lebih tertarik kedalam keberhasilan. Karena orang yang lebih tertarik kepada kegagalan, memastikan kemungkinan dirinya untuk tidak berhasil, karena dia menjauhi kesalahan.

Yakinilah setinggi-tingginya kualitas manusia, adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kata lain dari manfaat adalah berguna. Orang berguna itu karena digunakan. Jadi orang yang hebat adalah orang yang digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar.

Sebagai anak muda, apa yang sedang anda lakukan supaya anda digunakan untuk melakukan sesuatu yang besar?. Apa yang anda lakukan supaya, lebih tahu, lebih bisa dan lebih kuat sebagai anak muda?. Jangan harapkan digunakan melakukan sesuatu yang besar, kalau kemempuannya kecil. Belajarlah, diuji gagal, coba lagi. Orang hebat itu akan terus mencoba, jika terjadi kegagalan, tanpa kehilangan semangat.

Kalau anda yang muda bercita-cita ingin jadi orang besar, sederhanakanlah apa yang ada pada diri anda. Telepon yang anda sukai adalah telepon yang sederhana, tapi powerfull fungsi dan manfaatnya. Ada orang yang tidak simple, baru mau makan saja bertengkar, baru mau nonton saja bertengkar. Jadilah pribadi yang sesederhana mungkin karena kita ingin digunakan. Janganlah tersiggung kalau digunakan orang, karena kita itu penting kalau digunakan.

Apa jadinya anda sebagai anak muda apabila anda tahu banyak, tahu luas, punya bakat tentang itu, kenal orang2 penting dalam bidang itu, tahu orang2 ahli dalam bidang itu, punya riset dalam bidang itu, anda fasih berbicara, anda santun berhubungan dengan orang lain; maka orang tidak akan menunggu anda tua dulu, langsung anda dituakan; karena ketua itu tidak harus tua.

Kalau dianalogikan, apa jadinya seorang ahli renang yang tidak pernah berenang?, dia tidak akan bisa menerapkan semua konsep yang dimilikinya. Begitupun dalam kehidupan nyata, kunci utamanya adalah ‘doing’, karena keterampilan untuk melakukan datang dari melakukan.

Kalau anda punya anak banyak bicara, biarkanlah, karena ini yang membuat dia berani tampil di depan umum. Anda yang tidak tahu malu, itu punya potensi untuk berhasil. Jadi orang yang mau pandai bicara, banyaklah bicara, dan pastikan itu bernilai. Kalau anda mau tahu bicara yang baik di publik misalnya, jangan boroskan tenaga, dengan menghadap ke satu arah badan saya, mata saya, wajah saya dan tangan saya, itu pemborosan tenaga. Variasikan-lah kesemua anggota tubuh anda ini untuk tidak fokus ke satu arah, sehingga semua audiens tidak akan merasa jenuh.

Dalam pengembangan karir yang muda biasanya terjebak kepada mentalnya orang tua. Orang2 yang tua mentalnya itu mementingkan keamanan, orang2 yang muda mentalnya akan mementingkan oportunity (kesempatan).

Organisasi manapun akan bermasalah kalau anggotanya ’security oriented’ (maunya aman). Maka organisasi sekecil apapun yang akan mengalahkan organisasi besar yang karyawannya ’security oriented’. Mulai kapan orang ’security oriented’?, pada usia 40 tahun. Itu sebabnya kalau mau berwirausaha lakukanlah sebelum 40 Tahun. Karena usia 40 Tahun itu anak sudah mau masuk SMA, ruangan harus lebih besar, fasilitas harus di tambah, hingga tidak berani ambil resiko. Kalau yang masih muda dia tidak punya banyak resiko dia akan lakukan apapun.

Itu sebabnya yang muda2 kalau cari istri, carilah istri yang agak berani seperti itu. Kalau anda muda jangan ’security oriented’, generasi muda tidak cari pensiun, tapi cari gaji sebesar mungkin, tidak pensiun nanti, bisa liburan sesegera mungkin.

Sebagai generasi muda, kita batalkan pendapat lama. Bahwa atasan lebih pandai dari kita, batalkan. Atasan lebih berpengalaman dari kita, batal. Atasan lebih berkualitas dri kita, batalkan. Karena sudah terbukti banyak orang2 yang tidak berkualitas di taruh di tempat2 yang tinggi, sementara yang muda2 yang kreatif dan bekerja keras.

Batalkanlah semua standar2 itu. Bedanya anda dengan atasan, adalah anda belum ditunjuk. Jadi anjurannya bersegarlah, tampil-lah, karena banyak anak muda takut kelihatan atau bergaul dengan atasan. Pandailah, bertanyalah, segerakan tugas anda, berdirilah dengan gagah, jangan pernah bilang tidak bisa, “saya coba Pak, tolong bantu saya, jika saya tidak bisa”. Anak muda seperti ini akan cepat ditunjuk. Jadi persaingan anda dengan atasan adalah cepat-cepatan untuk ditunjuk. Kalau anda lebih berperan, lebih setia kepada perusahaan, lebih melayani pelanggan, maka anda akan ditunjuk.

Orang yang membengkokan aturan itu yang tua, sementara yang muda adalah yang membnongkar. Orang2 yang tua pikirannya akan ’security oriented’, ia akan cari yang aman, peraturan yang akan menggeser mereka dibengkok-kan. Sementara anak2 muda lebih ‘oportunity oreinted’, kalau ada peraturan yang menahan mereka, mereka akan bilang “diaganti”. Kalau tidak diganti, dia sesuaikan dirinya. Jadi anak muda tidak membengkok-kan peraturan, anak muda berani salah, tapi takut dosa.

Generasi muda yang menikmati hidupnya adalah ‘have fun’. Jangan kejam kepada diri sendiri, jagan terlalu serius, kalau orang berbuat kesalahan, terimalah dan maafkan. Jangan mudah marah, karena kemarahan itu akan lebih merusak orang yang marah-nya daripada yang dimarahi.

Jadi enteng saja, karena kalau Tuhan akan membuat kita kaya, tidak ada yang bisa menahan. Kalau Tuhan akan mengangkat Jabatan tinggi, tidak ada yang bisa menahan. Serahkan diri kepada Tuhan sebagai pemimpin. Nanti Tuhan yang menugaskan kita sebagai apapun. Caranya anda dibuat menyukai hal2 tertentu. Kesukaan kita pada hal2 tertentu itu ‘recruitment system’. Anda dibuat tertarik pada satu hal. Tetapi jangan lupa, setan tahu anda akan berhasil. Jadi anda juga dibuat tertarik kepada hal2 yang tidak berguna. Maka selalu berhati-hatilah, tapi relax saja.

Ambisius itu tidak dilarang, tetapi pastikan orang melihat bahwa ambisius anda itu menambah nilai bagi mereka. Janganlah ambisius, kalau nanti setelah menjadi pemimpin mengurangi hak orang lain. Orang2 yang ambisinya bagi kebaikan, didukung banyak orang. Itu sebabnya yang kampanye berjanjinya mendatangkan kebaikan, sehingga didukung banyak orang, walaupun faktanya jauh berbeda.

Kalau anda ter-obsesi (tergila-gila) tidak menjadi masalah, karena itu yang membuat anda belajar tanpa letih, berlatih tanpa istirahat, menjual agresif, menerima kegagalan dengan bersemangat. Jadi kalau begini obsesi itu penting sekali.

Terkadang banyak dari kita itu hanya ingin meniru jadinya dari kesuksesan seseorang, tetapi sama sekali tidak mau meniru prosesnya. Jadi jika ada seseorang yang mau kita tiru, jangan tiru jadinya, tapi tirulah prosesnya.

Bagi anak muda yang masih menjadi karyawan dan ingin cepat menajadi pengusaha, lakukan konsep berikut ini: Jika anda sebagai karyawan digaji dengan x rupiah, maka jadikan kualitas pribadi anda 50x. Ini yang membuat anda lebih cepat jadi pengusaha, orang yang kualitas pribadinya lebih besar dari gajinya, ia akan stress, tidak puas, membading-bandigkan dirinya dengan orang lain, dan ini sangat bagus sekali.

Yang bisanya alamiah Tuhan lakukan adalah anda diberikan kesempatan menggunakan kemampuan itu, dibayar dengan nilai lebih besar daipada gaji anda. Itu yang dalam ilmu kewirausahaan disebut ‘Windows Of Opportunity’ (jendela untuk melompat). Dan hal ini hanya tersedia bagi orang2 yang kualitasnya berkali-kali lipat lebih besar dari gajinya.

Sebagian orang bekerja didalam rencana keberhasilan orang lain. Pertanyaannya, apakah orang lain itu merencanakan keberhasilan anda?, belum tentu. Sehingga sebetulnya kita bekerja hanya melakukan hal2 yang tidak mungkin menjadi keseluruhan mesin. Anda hanya menambal knalpot, tetapi anda tidak pernah membangun mobil. Pekerjaan sekecil apapun akan menjadi satu sistem yang besar, kalau pekerjaan itu membantu membuat orang hidupnya lebih mudah dan lebih baik.

Apapun pekerjaan, yang membuat orang lebih mudah dan lebih baik, itu akan menjadi karir sepanjang apapun. Dan itu walaupun kecil kelihatannya, adalah sebuah cikal bakal dari sebuah pelayanan yang membesarkan kehidupan.

Sebuah tim yang baik dibentuk dari individu2 yang baik. Perhatian kita yang berlebihan kepada tim itu biasanya salah, karena satu tim yang besar, biasanya yang bekerja hanya beberapa orang saja. Contohnya ada PokJa, berarti ada kelompok lain yang tidak bekerja, ada pemimpin harian, berarti ada pimpinan kadang2.

Berfokuslah pada kualitas pribadi anda. Anda itu disebut hebat, itu bukan anda tahu banyak, karena banyak sekali orang yang lebih tahu dari anda yang tidak berguna, karena tidak menggunakna kepandaiannya untuk kepentingan orang lain.

Berapa banyak orang yang tidak mau berbicara kalau tidak di bayar, ia tidak mau menulis kalau tidak dibayar. Berarti orang yang ikhlas membantu, tanpa menghitung uang, sebetulnya ada uang disitu dari kebaikan. Orang yang tidak takut miskin karena Tuhan, tidak pernah miskin.

Kalau masih panjang hidup anda, tidak berarti anda tidak boleh santai. Karena anda ingin berhenti bekerja dan pensiun pada waktu anda masih sehat. Tidak ada artinya anda kaya raya, ketika anda tidak bisa lagi menikmati kekayaan hasil jerih payah anda. Maka tergesa-gesalah berhasil, karena anda harus berbuat kesalahan, buatlah kesalahan itu sesegera mungkin, jangan buat kesalahannya nanti setelah tua.

Jadi sebuah cita-cita itu dibuat bukan untuk dicapai. Cita-cita itu dibuat agar anda segera mulai.

Bekerjalah sesegera mungkin untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, …lalu perhatika apa yang terjadi.


Sumber : http://www.blogcatalog.com

»»  READMORE...

26.12.09

Sebuah catatan dari Mario Teguh

26.12.09
Tuhan telah menetapkan rezeki kita. Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya

Ada sebuah tulisan Bapak Mario Teguh yang bisa aku jadikan pengingat

♥♥♥♥♥♥.......

Sahabat saya yang berhak bagi sebesar-besarnya rezeki,

Marilah kita mulai dengan menerima formula yang ketetapannya sudah dibuktikan sejak lahirnya kemanusiaan, bahwa:

Rezeki kita kecil, jika kita bernilai kecil bagi orang lain.
Rezeki kita besar, jika kita bernilai besar bagi orang lain.Rata Penuh

Dan satu lagi,



Rezeki itu bukan hanya uang.

Rezeki itu meliputi semua rahmat Tuhan bagi kita, yang bisa berupa kesehatan, kedamaian, ilmu, keluarga yang sejahtera dan berbahagia, nama baik, dan pengaruh yang besar untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.

Dan yang tertinggi nilainya dari semua rezeki adalah IMAN kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apakah ada yang lebih indah daripada hidup dalam keimanan, berpamitan dari kehidupan dunia dalam keimanan, dan memasuki surga dalam keimanan?

Maha Besar Tuhan, dengan semua kekuasaan dan kasih sayang-Nya.

Maka,

Marilah kita membesarkan nilai kita bagi orang lain, dan mengikhlaskan penghitungan imbalannya kepada Tuhan.

Janganlah seperti dia yang malas, penunda, dan peragu, tetapi yang galak menyalahkan orang lain yang tidak memuliakan kehidupannya.

Orang yang malu untuk mengajukan dirinya yang bernilai – dan menghindari bekerja bagi keuntungan banyak orang, harus berani menjadi orang yang tidak dibutuhkan.

Orang yang tidak dibutuhkan, tidak akan dinilai.

Karena,

Tingginya kebutuhan orang lain atas peran kita, menentukan tingginya penghargaan atas kehadiran kita.

Janganlah juga seperti dia yang malas untuk menjadikan dirinya pandai,
menunda pekerjaan bagi kebaikan orang lain,
dan meragukan kemungkinan berhasil dari rencana-rencananya sendiri;
tetapi marah dalam doa-doanya yang menuduh Tuhan berlaku tidak adil.

Tuhan Maha Adil.

Yang bernilai bagi orang lain, akan dijadikan-Nya bernilai.

Apakah kita sampai hati,
meminta Tuhan menjadikan orang yang malas, tidak jujur, dan penggerutu – untuk hidup dalam keindahan yang disediakan untuk jiwa-jiwa baik yang bermanfaat bagi saudaranya?

Ada kepantasan bagi segala sesuatu.

Jika yang kita minta besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar.

Dan jika kita mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan,
agar kita tidak melanjutkan sikap dan perilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain.

Perhatikanlah, bahwa

Selalu ada pemberitahuan untuk memperbaiki diri didalam keluhan kita sendiri.

………..


Dan untuk adik-adik saya yang besar impiannya,

Jadikanlah kehadiran mu di antara orang banyak, sebagai kehadiran yang menguntungkan.

Jika rezeki mu penting, maka pentingkanlah peran mu bagi kebaikan orang lain.

Jadikanlah diri mu pandai, rajin, dan jujur.

Tuhan telah menetapkan rezeki kita.
Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya.

Maka,

Jadikanlah diri mu pandai, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang pandai, yang bermanfaat bagi banyak orang karena ilmunya.

Rajinkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang melakukan banyak hal yang menyenangkan banyak hati, yang menjernihkan kehidupan orang yang sedang kalut, yang menguatkan mereka yang sedang lemah, dan yang menunjukkan jalan keluar bagi mereka yang sedang tersesat.

Jujurkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang amanah dalam memangku tugas, yang menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.

Jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti dari kebenaran yang kau katakan.

Dan janganlah engkau mengatakan yang tidak akan kau lakukan.

Setialah kepada yang benar.

Jadikanlah diri mu teladan dalam penyetiaan diri kepada yang benar,
karena dengannya Tuhan akan mengutus semua kekuatan di alam ini untuk menjadi pembuka jalan bagi mu, menjadi pemelihara kebaikan mu, dan menjadi penjaga dari fitnah dan keburukan.

Apakah tadi aku mendengar hati mu mengatakan, amien …?

Adikku, itu penting sekali.

Apa pun yang baik dari perkataan orang yang kau dengar atau yang kau baca, katakanlah ‘amien …’ dengan setulus-tulusnya, karena dengannya engkau menjadikan kebaikan yang dikatakan dan dituliskan itu sebagai doa mu.

Dan karena engkau mengatakannya bersama banyak orang yang juga mendengar dan membacanya, maka sebetulnya kekuatan dari doa mu dikalikan dengan pelipatan yang sangat besar.

Sudah lebih jelas sekarang bagi mu, mengapa engkau dianjurkan untuk bergaul dengan mereka yang baik?

Dalam pergaulan yang baik, engkau akan selalu menemukan kebaikan, engkau akan mendengar dan membaca kebaikan, yang cukup dengan sedikit keikhlasan mu untuk mengucapkan amien …, akan memaafkan tahun-tahun panjang yang pernah kau lewatkan tanpa doa dan ibadah, dan menggantikannya dengan masa kini dan masa depan yang lebih lapang dan damai.

Engkau adalah kekasih Tuhan.

Maka berlakulah yang pantas bagi kedekatan yang demikian indah dengan Tuhan.

………..

Sahabat saya yang terkasih,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahkan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai perubahan besar yang sudah lama kita niatkan itu.

Apakah tadi Anda mendengar diri Anda mengatakan ‘amien …’?

Super!

Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebaikan.
»»  READMORE...

22.12.09

Tentang dongeng Anak kerang

22.12.09
Kalau denger judul dongeng itu jadi inget sama temenku dulu yang selalu memberi semangat saat aku rapuh selalu menemaniku saat aku butuh dan dia selalu ada untukku, tapi sayang karena waktu kita harus berpisah sebenarnya aku tidak ingin berpisah tapi kenyataannya ....

pernah suatu ketika saat aku lemah dia pernah bercerita tentang anak kerang

Ada seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

"Nah kamu sekarang ingin seperti kerang itu atau tidak? memang terasa sakit dan berat tapi kelak kamu akan menuai hasilnya"

Aku hanya bisa terdiam menundukkan kepala sambil menghayati benar-benar maksud dari cerita itu dan selalu menanamkannya dalam hati ini, sampai sekarang dan akan selalu menjadi pengingat saat aku merasa lemah.


»»  READMORE...

21.12.09

Cerita tentang Roti Gosong

21.12.09
Cerita dari milis jadi nggak ada salahnya di posting disini ya sapa tahu bisa bermanfaat.... :D

Jika sudah ada yang membaca maka syukur Alkhamdulillah semoga bisa diamalkan dan jika belum baca silahkan dibaca

♥ ♥ ♥ ♥ ♥•••••

Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:

"Sayang, aku suka roti panggang yang gosong."

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah.Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong.

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "Sayang, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!"

Apa yang dapat dipelajari?
Kita dapat belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk merayakan perbedaannya -adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.
»»  READMORE...
 
Design by ErnyZain
This template is brought to you by : Our Family Blogger Templates