26.12.09

Sebuah catatan dari Mario Teguh

26.12.09
Tuhan telah menetapkan rezeki kita. Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya

Ada sebuah tulisan Bapak Mario Teguh yang bisa aku jadikan pengingat

♥♥♥♥♥♥.......

Sahabat saya yang berhak bagi sebesar-besarnya rezeki,

Marilah kita mulai dengan menerima formula yang ketetapannya sudah dibuktikan sejak lahirnya kemanusiaan, bahwa:

Rezeki kita kecil, jika kita bernilai kecil bagi orang lain.
Rezeki kita besar, jika kita bernilai besar bagi orang lain.Rata Penuh

Dan satu lagi,



Rezeki itu bukan hanya uang.

Rezeki itu meliputi semua rahmat Tuhan bagi kita, yang bisa berupa kesehatan, kedamaian, ilmu, keluarga yang sejahtera dan berbahagia, nama baik, dan pengaruh yang besar untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.

Dan yang tertinggi nilainya dari semua rezeki adalah IMAN kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apakah ada yang lebih indah daripada hidup dalam keimanan, berpamitan dari kehidupan dunia dalam keimanan, dan memasuki surga dalam keimanan?

Maha Besar Tuhan, dengan semua kekuasaan dan kasih sayang-Nya.

Maka,

Marilah kita membesarkan nilai kita bagi orang lain, dan mengikhlaskan penghitungan imbalannya kepada Tuhan.

Janganlah seperti dia yang malas, penunda, dan peragu, tetapi yang galak menyalahkan orang lain yang tidak memuliakan kehidupannya.

Orang yang malu untuk mengajukan dirinya yang bernilai – dan menghindari bekerja bagi keuntungan banyak orang, harus berani menjadi orang yang tidak dibutuhkan.

Orang yang tidak dibutuhkan, tidak akan dinilai.

Karena,

Tingginya kebutuhan orang lain atas peran kita, menentukan tingginya penghargaan atas kehadiran kita.

Janganlah juga seperti dia yang malas untuk menjadikan dirinya pandai,
menunda pekerjaan bagi kebaikan orang lain,
dan meragukan kemungkinan berhasil dari rencana-rencananya sendiri;
tetapi marah dalam doa-doanya yang menuduh Tuhan berlaku tidak adil.

Tuhan Maha Adil.

Yang bernilai bagi orang lain, akan dijadikan-Nya bernilai.

Apakah kita sampai hati,
meminta Tuhan menjadikan orang yang malas, tidak jujur, dan penggerutu – untuk hidup dalam keindahan yang disediakan untuk jiwa-jiwa baik yang bermanfaat bagi saudaranya?

Ada kepantasan bagi segala sesuatu.

Jika yang kita minta besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar.

Dan jika kita mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan,
agar kita tidak melanjutkan sikap dan perilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain.

Perhatikanlah, bahwa

Selalu ada pemberitahuan untuk memperbaiki diri didalam keluhan kita sendiri.

………..


Dan untuk adik-adik saya yang besar impiannya,

Jadikanlah kehadiran mu di antara orang banyak, sebagai kehadiran yang menguntungkan.

Jika rezeki mu penting, maka pentingkanlah peran mu bagi kebaikan orang lain.

Jadikanlah diri mu pandai, rajin, dan jujur.

Tuhan telah menetapkan rezeki kita.
Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya.

Maka,

Jadikanlah diri mu pandai, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang pandai, yang bermanfaat bagi banyak orang karena ilmunya.

Rajinkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang melakukan banyak hal yang menyenangkan banyak hati, yang menjernihkan kehidupan orang yang sedang kalut, yang menguatkan mereka yang sedang lemah, dan yang menunjukkan jalan keluar bagi mereka yang sedang tersesat.

Jujurkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang amanah dalam memangku tugas, yang menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.

Jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti dari kebenaran yang kau katakan.

Dan janganlah engkau mengatakan yang tidak akan kau lakukan.

Setialah kepada yang benar.

Jadikanlah diri mu teladan dalam penyetiaan diri kepada yang benar,
karena dengannya Tuhan akan mengutus semua kekuatan di alam ini untuk menjadi pembuka jalan bagi mu, menjadi pemelihara kebaikan mu, dan menjadi penjaga dari fitnah dan keburukan.

Apakah tadi aku mendengar hati mu mengatakan, amien …?

Adikku, itu penting sekali.

Apa pun yang baik dari perkataan orang yang kau dengar atau yang kau baca, katakanlah ‘amien …’ dengan setulus-tulusnya, karena dengannya engkau menjadikan kebaikan yang dikatakan dan dituliskan itu sebagai doa mu.

Dan karena engkau mengatakannya bersama banyak orang yang juga mendengar dan membacanya, maka sebetulnya kekuatan dari doa mu dikalikan dengan pelipatan yang sangat besar.

Sudah lebih jelas sekarang bagi mu, mengapa engkau dianjurkan untuk bergaul dengan mereka yang baik?

Dalam pergaulan yang baik, engkau akan selalu menemukan kebaikan, engkau akan mendengar dan membaca kebaikan, yang cukup dengan sedikit keikhlasan mu untuk mengucapkan amien …, akan memaafkan tahun-tahun panjang yang pernah kau lewatkan tanpa doa dan ibadah, dan menggantikannya dengan masa kini dan masa depan yang lebih lapang dan damai.

Engkau adalah kekasih Tuhan.

Maka berlakulah yang pantas bagi kedekatan yang demikian indah dengan Tuhan.

………..

Sahabat saya yang terkasih,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahkan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai perubahan besar yang sudah lama kita niatkan itu.

Apakah tadi Anda mendengar diri Anda mengatakan ‘amien …’?

Super!

Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebaikan.
»»  READMORE...

25.12.09

Pengajian Penerobosan Pusat

25.12.09
Pulang kerja jam 7 siap-siap buat ngaji selesai jam 7.30 tinggal nungguin temen buat berangkat e... ditunggu-tunggu belum dateng juga baru nongol jam 8 kurang 10 menit padahal tempat pengajiannya lumayan jauh, langsung deh tancap gas.

Sesampainya dimasjid untung belum dimulai, di dalam masjid full malahan sampai ada yang di teras, yang datang dari semua kalangan dari anak-anak sampai para manula semua begitu antusias untuk mendatangi pengajian ini, tidak lama kemudian setelah aku mencari tempat yang kira-kira bisa melihat ustadnya pengajian langsung dimulai seperti biasa diawali dengan pembukaan oleh siapa aku juga nggak tahu soalnya nggak memperkenalkan diri terlebih dahulu, setelah itu baru acara inti yaitu nasehat yang pada kesempatan ini mengangkat tema "Keluarga" diceritakan dalam nasehatnya tentang istri yang ditinggal oleh suaminya selama 15 tahun merantau dengan niat awal ingin mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga tapi nyatanya sang suami malah menikah lagi, padahal sang istri susah payah membesarkan keenam anaknya sendirian entah apa yang difikirkan dalam otaknya sehingga dia tega melakukan hal seperti itu, contoh ini untuk gambaran jika mencari suami bagi mudi-mudi supaya dihati-hati jangan hanya melihat tampilan luarnya saja tetapi juga harus dilihat bagaimana tingkah lakunya, tindak-tanduknya.

Adalagi dalam nasehatnya menyinggung para ibu-ibu untuk merawat anaknya dengan baik, ya anak yang selama hampir 9 bulan dia kandung selalu dia bawa kemana saja dia pergi lalu dia melahirkan seorang bayi yang sangat lucu dan dilahirkan dengan tujuan sebagai penerus keturunannya, nah yang paling saya ambil dari nasehat itu adalah satu yaitu baik atau tidaknya tindak tanduk, semua perilaku dan sikap anak adalah tergantung dari ibu, bagaimana ibu mendidik anaknya sehingga anak yang dilahirkannya bisa menjadi anak yang baik dan bisa dibanggakan, memang susah menjadi seorang ibutidak semudah membuat kue pai, harus extra sabar, dan aku baru belajar untuk itu :)

Nasehat yang dibawakan mudah dimengerti tidak membosankan diselingi dengan candaan sehingga waktu pengajian yang hampir 2 jam itu terasa 5 menit, pengajian diakhiri jam 10.30, diakhir pengajian pak ustad baru memperkenalkan diri namanya Bapak Muhammad Irsyad Rosyidin.

♥♥♥

Baru saja aku mendapat nasehat seperti itu saat aku pulang ngaji, baru beberapa langkah dari tempat aku turun dari angkot melewati gang menuju rumah aku melihat seorang ibu yang meludahi anaknya sendiri, astagfirullahaladzim.... padahal anak itu anaknya sendiri darah dagingnya, aku sendiri juga kuarang tahu alasan ibu itu berbuat demikian terhadap anaknya sendiri apakah seperti itu perlakuan yang pas untuk seorang anak? begitukah cara mendidik anak yang benar? walaupun aku belum berkeluarga tapi aku tahu itu salah karena aku adalah seorang anak yang bisa merasakan bagaimana perlakuan seperti itu bisa melukai perasaan seorang anak, kejadian itu sebagai pelajaran untukku, bagaimana aku harus mempersiapkan diri untuk bisa menjadi seorang ibu yang mengurus anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, kesabaran dan dengan cara-cara yang lebih bisa diterima oleh anak-anakku nanti mudah-mudahan aku bisa amien.

Hari ini aku belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, tidak hanya sekedar menjadi induk yang melahirkan, menyediakan tempat tinggal dan memberikan makan kepada anaknya tetapi menjadi seorang orang tua dan bunda sejati.
»»  READMORE...

22.12.09

Tentang dongeng Anak kerang

22.12.09
Kalau denger judul dongeng itu jadi inget sama temenku dulu yang selalu memberi semangat saat aku rapuh selalu menemaniku saat aku butuh dan dia selalu ada untukku, tapi sayang karena waktu kita harus berpisah sebenarnya aku tidak ingin berpisah tapi kenyataannya ....

pernah suatu ketika saat aku lemah dia pernah bercerita tentang anak kerang

Ada seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

"Nah kamu sekarang ingin seperti kerang itu atau tidak? memang terasa sakit dan berat tapi kelak kamu akan menuai hasilnya"

Aku hanya bisa terdiam menundukkan kepala sambil menghayati benar-benar maksud dari cerita itu dan selalu menanamkannya dalam hati ini, sampai sekarang dan akan selalu menjadi pengingat saat aku merasa lemah.


»»  READMORE...

21.12.09

Cerita tentang Roti Gosong

21.12.09
Cerita dari milis jadi nggak ada salahnya di posting disini ya sapa tahu bisa bermanfaat.... :D

Jika sudah ada yang membaca maka syukur Alkhamdulillah semoga bisa diamalkan dan jika belum baca silahkan dibaca

♥ ♥ ♥ ♥ ♥•••••

Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:

"Sayang, aku suka roti panggang yang gosong."

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah.Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong.

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "Sayang, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!"

Apa yang dapat dipelajari?
Kita dapat belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk merayakan perbedaannya -adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.
»»  READMORE...

19.12.09

Tidak semuanya butuh alasan

19.12.09

Cerita dari milis....

Di sebuah cafe, sepasang muda-mudi sedang berpacaran. Terjadilah percakapan berikut:

Cewek: "Mengapa kamu menyukai saya? Mengapa kamu mencintaiku? "

Cowok: "Aku tidak bisa memberitahu alasannya ... tapi aku benar-benar mencintaimu. "

Cewek: "Tuh kan! Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya ... bagaimana kamu bisa bilang kamu menyukai aku? Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintaiku? "

Cowok: "Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku mencintaimu. "

Cewek: "BUKTI? TIDAK! Aku ingin kamu menceritakan alasannya. Pacarnya temanku aja bisa mengatakan padanya mengapa dia mencintainya tetapi kenapa kamu tidak?"

Cowok: "Ok .. ok! Ehm ... karena kamu cantik, karena suara kamu lembut, karena kamu perhatian, karena kamu mencintai aku, karena kamu bijaksana, karena senyummu, karena setiap sentuhanmu."

Si Cewek merasa sangat puas dengan jawabannya.

Sayangnya, beberapa hari kemudian, si Cewek mengalami sebuah kecelakaan dan menjadi koma. Si Cowok kemudian meletakkan sebuah surat di sisinya, dan berikut adalah isi suratnya:

"Darling, karena suara manis kamulah, aku mencintaimu ... Sekarang Kamu bisa bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintai kamu. Karena perhatian dan kepedulian kamu, aku suka padamu. Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya lagi, maka aku tidak bisa mencintai kamu. Karena senyumanmu, karena sentuhanmu, aku mencintaimu. Sekarang bisakah kamu tersenyum?

Sekarang bisakah kamu bergerak? Tidak, oleh karena itu aku tidak bisa cinta padamu. Jika cinta butuh alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintai kamu lagi. Apakah cinta butuh alasan? TIDAK! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan.
Rata PenuhKadang-kadang yang terbaik dan hal-hal yang paling indah di dunia tidak dapat dilihat, tidak bisa disentuh, tetapi dapat dirasakan dalam hati.
»»  READMORE...
 
Design by ErnyZain
This template is brought to you by : Our Family Blogger Templates